Kesuksesan tidak dapat diprediksi secara pasti hanya melalui kepribadian atau kebiasaan seseorang. Namun, psikologi menemukan beberapa karakter berkaitan dengan pencapaian akademik, pekerjaan, dan tujuan jangka panjang. Faktor lingkungan, kesempatan, kondisi ekonomi, dan dukungan sosial juga memengaruhi perjalanan seseorang. Karena itu, ciri berikut lebih tepat dipahami sebagai faktor pendukung kesuksesan.
Enam ciri pertama mencakup disiplin, ketekunan, kemampuan mengendalikan diri, rasa ingin tahu, adaptasi, dan kemauan belajar. Penelitian tentang kepribadian menunjukkan conscientiousness berkaitan dengan performa kerja dan pencapaian akademik. Ketekunan membantu seseorang bertahan ketika menghadapi hambatan dalam mengejar tujuan. Sementara kemampuan beradaptasi membantu menghadapi perubahan tanpa kehilangan arah utama.
Enam ciri berikutnya adalah mampu menerima kritik, menetapkan tujuan, mengelola waktu, membangun hubungan, mengambil keputusan, dan mengevaluasi kesalahan. Orang yang mampu menerima umpan balik memiliki kesempatan memperbaiki strategi setelah mengalami kegagalan. Tujuan yang jelas juga membantu mengarahkan perhatian dan usaha pada aktivitas penting. Dukungan sosial dapat memberikan informasi, peluang, dan bantuan ketika menghadapi tantangan.
Sebaliknya, beberapa kebiasaan dapat menghambat perkembangan bila terus dilakukan tanpa perbaikan. Contohnya termasuk sering menunda pekerjaan, menghindari tanggung jawab, menolak kritik, dan mudah menyerah. Tidak memiliki tujuan jelas juga dapat membuat usaha berjalan tanpa arah. Namun, kebiasaan tersebut bukan vonis bahwa seseorang pasti gagal pada masa depan.
Psikologi tidak menyediakan rumus sederhana untuk menentukan siapa yang pasti sukses atau tidak. Banyak kemampuan dapat dikembangkan melalui pengalaman, latihan, pendidikan, dan lingkungan yang mendukung. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten dapat memberikan perubahan berarti dalam jangka panjang. Jadi, 12 ciri tersebut lebih berguna sebagai bahan evaluasi daripada alat meramalkan masa depan.