Program Museum Passport terus diperluas untuk mendorong masyarakat mengenal museum di berbagai daerah. Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya atau MCB kembali menambah lokasi pengumpulan cap Museum Passport. Dua museum terbaru yang bergabung berada di Kota Makassar dan Kota Bengkulu. Penambahan ini memberikan lebih banyak pilihan destinasi bagi pencinta wisata sejarah dan budaya.
Dua museum tersebut adalah Museum Negeri Sulawesi Selatan La Galigo di Makassar dan Museum Negeri Bengkulu di Bengkulu. Keduanya resmi menjadi bagian dari jaringan Museum Passport pada Juli 2026. Pengunjung kini dapat mengoleksi cap khusus setelah mengunjungi masing-masing museum. Setiap museum memiliki desain cap yang berbeda sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor Museum Passport.
Museum Passport merupakan buku koleksi yang memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari museum dan cagar budaya peserta. Untuk memperoleh cap, pengunjung cukup membawa Museum Passport dan menunjukkannya kepada petugas museum. Buku tersebut dijual seharga Rp49 ribu melalui unit Museum dan Cagar Budaya, sejumlah toko Gramedia, serta kanal penjualan resmi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum di berbagai daerah.
Dengan bergabungnya museum di Makassar dan Bengkulu, jaringan Museum Passport kini semakin luas di Indonesia. Program ini tidak hanya mengajak masyarakat berburu cap, tetapi juga mengenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan warisan bangsa. Pengunjung dapat menjadikan Museum Passport sebagai teman perjalanan saat menjelajahi museum di berbagai kota. Kehadiran lokasi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan sekaligus memperkuat edukasi budaya bagi masyarakat.