Anak dengan ADHD lebih berisiko mengalami ledakan emosi karena kesulitan mengendalikan impuls dan mengatur respons terhadap situasi tertentu. Para ahli menekankan bahwa orang tua perlu merespons dengan tenang agar anak merasa aman dan lebih mudah mengelola emosinya.
Langkah pertama adalah mengenali pemicu emosi anak. Selanjutnya, buat rutinitas harian yang konsisten karena jadwal yang teratur dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan mengurangi stres.
Cara berikutnya adalah mengajarkan teknik menenangkan diri, seperti menarik napas dalam, menghitung perlahan, atau pergi ke sudut yang tenang saat mulai merasa kesal. Berikan pujian ketika anak berhasil mengendalikan emosinya.
Orang tua juga disarankan menggunakan kalimat yang sederhana dan tidak membentak ketika anak sedang marah. Setelah emosinya mereda, ajak anak berdiskusi mengenai penyebab kemarahan dan cara menghadapinya dengan lebih baik.
Para ahli mengingatkan bahwa ledakan emosi pada anak ADHD bukan tanda anak nakal atau kurang disiplin. Dengan pendampingan yang konsisten, komunikasi yang hangat, dan bila perlu bantuan profesional, anak dapat belajar mengelola emosinya dengan lebih baik.