5 Cara Orangtua Cegah Eldest Daughter Syndrome agar Anak Tak Terbebani Sejak Kecil

0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Istilah eldest daughter syndrome digunakan untuk menggambarkan beban tanggung jawab berlebihan yang terkadang diberikan kepada anak perempuan tertua. Istilah tersebut bukan diagnosis medis atau gangguan psikologis resmi. Namun, penelitian menunjukkan anak perempuan sering melakukan lebih banyak pekerjaan domestik dibandingkan anak laki-laki. Beban tersebut dapat semakin terasa ketika anak juga diminta mengurus adik atau kebutuhan keluarga.

Cara pertama, bagikan pekerjaan rumah secara adil berdasarkan usia dan kemampuan setiap anak. Hindari otomatis menyerahkan tugas domestik kepada anak perempuan tertua hanya karena dianggap lebih dewasa. Kedua, jangan menjadikan anak sebagai pengganti orangtua untuk mengasuh adiknya. Membantu sesekali berbeda dengan memiliki tanggung jawab utama terhadap kebutuhan saudara.

Cara ketiga, berikan ruang bagi anak untuk bermain, belajar, beristirahat, dan menjalankan minatnya. UNICEF menekankan pentingnya bermain bagi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik anak. Tanggung jawab keluarga sebaiknya tidak menghilangkan kesempatan anak menikmati tahap perkembangannya. Orangtua juga perlu memperhatikan ketika anak mulai terlihat kelelahan atau tertekan.

Cara keempat, dengarkan ketika anak mengatakan tugas yang diberikan terasa terlalu berat. Hindari kalimat yang membuatnya merasa wajib selalu kuat karena menjadi anak tertua. Validasi perasaannya, kemudian evaluasi kembali pembagian tanggung jawab dalam keluarga. Komunikasi terbuka membantu anak memahami bahwa meminta bantuan bukan tanda kegagalan.

Cara kelima, orangtua perlu tetap menjalankan tanggung jawab utama dalam keluarga. Jangan menjadikan anak tempat utama membicarakan masalah keuangan, konflik pasangan, atau persoalan orang dewasa. Fenomena ketika anak mengambil peran orangtua sering dibahas sebagai parentification dalam literatur psikologi. Membantu keluarga tetap dapat mengajarkan tanggung jawab selama porsinya sesuai usia. Tujuannya bukan membebaskan anak dari semua tugas, melainkan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dan kebutuhan perkembangannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %