Kolaborasi lintas industri menjadi strategi menarik untuk menciptakan produk unik sekaligus menarik perhatian konsumen. Brand makanan bahkan sering bekerja sama dengan perusahaan fashion hingga musisi terkenal. Produk hasil kolaborasi biasanya dipasarkan secara terbatas sehingga menciptakan rasa penasaran. Beberapa kolaborasi bahkan berhasil menjadi fenomena dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Pertama, Oreo berkolaborasi dengan Supreme pada 2020 untuk menghadirkan biskuit berwarna merah khas merek streetwear tersebut. Produk tiga keping awalnya dijual sekitar 8 dolar AS. Popularitasnya membuat sejumlah paket kemudian ditawarkan kembali dengan harga ribuan dolar di eBay. Kedua, KFC pernah bekerja sama dengan Sandalboyz untuk menghadirkan sandal bertema restoran cepat saji.
Ketiga, McDonald’s menggandeng Travis Scott untuk menghadirkan Travis Scott Meal di Amerika Serikat pada September 2020. Menu tersebut berisi Quarter Pounder dengan keju, kentang goreng, dan saus barbeku. Kolaborasi ini istimewa karena menjadi menu selebritas pertama McDonald’s sejak Michael Jordan pada 1992.
Keempat, McDonald’s kemudian menggandeng BTS melalui BTS Meal yang diluncurkan secara global pada 2021. Kolaborasi tersebut mendapat sambutan besar dan membantu meningkatkan perhatian konsumen terhadap jaringan restoran tersebut. Penjualan McDonald’s di Amerika Serikat meningkat 25,9 persen pada kuartal kedua 2021. Perusahaan menyebut promosi BTS Meal ikut membantu kinerja penjualan pada periode tersebut.
Kelima, Ben & Jerry’s berkolaborasi dengan Nike SB untuk meluncurkan sepatu Chunky Dunky pada 2020. Desainnya terinspirasi kemasan es krim Ben & Jerry’s dengan motif sapi dan langit biru. Kelima kolaborasi tersebut menunjukkan produk anti mainstream dapat menciptakan perhatian besar ketika menggabungkan dua basis penggemar berbeda. Strategi tersebut juga memperlihatkan kuatnya hubungan makanan, fashion, musik, dan budaya populer.