Masa pemberian Makanan Pendamping ASI atau MPASI menjadi tahap penting dalam tumbuh kembang bayi. Namun, banyak orang tua masih mengikuti saran yang beredar di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya. Dokter spesialis anak mengingatkan bahwa tidak semua informasi viral sesuai dengan rekomendasi medis. Kesalahan saat memberikan MPASI dapat memengaruhi kecukupan gizi, pertumbuhan, hingga kebiasaan makan anak di kemudian hari. Karena itu, orang tua disarankan mengacu pada panduan dari tenaga kesehatan dan organisasi profesi.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memberikan MPASI sebelum bayi berusia enam bulan. Kesalahan berikutnya ialah menambahkan garam, gula, atau madu terlalu dini. Ada pula orang tua yang memaksa anak menghabiskan makanan meski sudah menunjukkan tanda kenyang. Sebagian lainnya terlalu percaya pada makanan tertentu yang diklaim mampu meningkatkan berat badan secara cepat. Padahal, klaim tersebut belum tentu memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Dokter juga mengingatkan agar orang tua tidak terpaku pada tekstur yang terlalu halus terlalu lama. MPASI sebaiknya mengikuti tahapan usia agar kemampuan mengunyah berkembang optimal. Kesalahan lainnya adalah menyajikan porsi berlebihan dan menyiapkan makanan dalam jumlah besar. Makanan yang disimpan terlalu lama berisiko mengalami penurunan kualitas dan meningkatkan kemungkinan terkontaminasi. Orang tua juga dianjurkan memperkenalkan berbagai jenis bahan makanan secara bertahap untuk mengenali kemungkinan alergi.
Media sosial dapat menjadi sumber inspirasi resep MPASI, tetapi bukan rujukan utama mengenai kesehatan anak. Orang tua sebaiknya memverifikasi informasi kepada dokter spesialis anak atau sumber kesehatan tepercaya. MPASI ideal harus memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai usia bayi. Pendampingan yang tepat membantu anak membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Dengan menghindari kesalahan umum tersebut, proses MPASI dapat berlangsung lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.