Kepercayaan diri anak berkembang melalui pengalaman dan pola asuh di lingkungan keluarga. Sikap orang tua memiliki pengaruh besar terhadap cara anak memandang dirinya sendiri. Perlakuan yang kurang tepat dapat meninggalkan dampak emosional hingga dewasa. Karena itu, orang tua perlu memahami kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Membangun rasa percaya diri anak membutuhkan dukungan, komunikasi, dan kasih sayang yang konsisten.
Kesalahan pertama adalah terlalu sering mengkritik tanpa memberikan apresiasi. Kedua, membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya. Ketiga, menetapkan harapan yang tidak realistis sesuai kemampuan anak. Keempat, jarang mendengarkan pendapat atau perasaan anak. Kebiasaan tersebut dapat membuat anak merasa tidak dihargai dan kehilangan keyakinan terhadap kemampuannya.
Kesalahan kelima adalah terlalu melindungi hingga anak tidak memiliki kesempatan belajar mandiri. Keenam, sering memarahi atau mempermalukan anak di depan orang lain. Ketujuh, mengabaikan usaha anak dan hanya berfokus pada hasil akhirnya. Para ahli menyebut apresiasi terhadap proses membantu membangun motivasi dan ketahanan mental. Anak juga lebih berani mencoba hal baru ketika merasa didukung oleh orang tuanya.
Orang tua dapat mulai membangun kepercayaan diri anak melalui komunikasi yang hangat dan penuh empati. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan sesuai usianya. Hargai setiap usaha yang dilakukan meski hasilnya belum sempurna. Jadilah teladan dalam menghadapi kesalahan dan tantangan dengan sikap positif. Dengan pola asuh yang penuh dukungan, anak memiliki peluang lebih besar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.