Quality time antara ayah dan anak tidak selalu membutuhkan liburan mahal atau aktivitas khusus. Kegiatan sederhana sehari-hari juga dapat menjadi kesempatan membangun kedekatan emosional. UNICEF menekankan pentingnya keterlibatan orang tua melalui interaksi, bermain, dan komunikasi bersama anak. Kehadiran penuh perhatian sering lebih bermakna dibanding lamanya waktu yang dihabiskan bersama.
Pertama, ayah dapat mengajak anak berjalan kaki santai sambil membicarakan kegiatan hariannya. Kedua, memasak bersama dapat menjadi aktivitas menyenangkan sekaligus mengenalkan keterampilan sederhana. Ketiga, membaca buku bersama memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai cerita dan karakter. Aktivitas tersebut dapat disesuaikan dengan usia serta minat anak agar tetap menyenangkan.
Keempat, bermain permainan sederhana dapat menjadi pilihan setelah aktivitas sekolah atau pekerjaan selesai. Permainan papan, puzzle, menggambar, atau bermain bola dapat dilakukan tanpa persiapan rumit. Kelima, ayah dapat mengajak anak mengerjakan pekerjaan rumah sederhana bersama. Menyiram tanaman atau merapikan ruangan dapat menjadi kesempatan untuk bekerja sama sambil mengobrol.
Keenam, membuat jadwal khusus menonton film bersama dapat menjadi rutinitas keluarga yang menyenangkan. Ayah dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan film sesuai usianya. Ketujuh, luangkan beberapa menit sebelum tidur untuk mendengarkan cerita anak tentang pengalaman hari tersebut. Percakapan sederhana memberi ruang kepada anak untuk menyampaikan perasaan, kesulitan, atau pengalaman menyenangkan.
Kunci quality time bukan membuat setiap pertemuan menjadi aktivitas besar dan mengesankan. Ayah dapat memanfaatkan rutinitas sehari-hari untuk membangun komunikasi yang konsisten dengan anak. Sebaiknya kurangi penggunaan ponsel ketika sedang melakukan aktivitas bersama. Respons terhadap cerita anak juga perlu diberikan tanpa terburu-buru atau langsung menghakimi. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menciptakan hubungan ayah dan anak yang lebih dekat.