Hubungan saudara kandung dapat berubah seiring bertambahnya usia dan pengalaman kehidupan masing-masing. Kedekatan pada masa kecil tidak selalu bertahan hingga seseorang memasuki usia dewasa. Penelitian menunjukkan hubungan saudara dipengaruhi dinamika keluarga, pengalaman bersama, serta perubahan kehidupan. Karena itu, kerenggangan biasanya terbentuk melalui berbagai faktor dan bukan satu kejadian sederhana.
Penyebab pertama adalah konflik lama yang tidak pernah diselesaikan secara terbuka. Kedua, perlakuan orang tua yang dianggap berbeda dapat menimbulkan kecemburuan atau perasaan tidak dihargai. Penelitian mengenai parental differential treatment menunjukkan perbedaan perlakuan dapat berkaitan dengan kualitas hubungan saudara. Persepsi ketidakadilan bahkan dapat tetap memengaruhi hubungan ketika anak sudah dewasa.
Penyebab ketiga adalah persaingan yang terus terbawa sejak masa kecil hingga dewasa. Keempat, komunikasi yang semakin jarang dapat mengurangi kedekatan emosional secara perlahan. Kelima, perbedaan nilai, gaya hidup, pasangan, atau pilihan hidup dapat menciptakan jarak. Perbedaan sebenarnya tidak selalu menyebabkan konflik apabila masing-masing pihak dapat menghormati batas pribadi.
Penyebab keenam adalah persoalan keuangan, termasuk pembagian warisan atau tanggung jawab terhadap orang tua. Ketujuh, perubahan peran keluarga setelah pernikahan dapat mengubah prioritas waktu dan perhatian. Konflik dengan pasangan saudara juga dapat memengaruhi hubungan keluarga yang sebelumnya berjalan baik. Jarak geografis turut memperbesar kerenggangan apabila komunikasi tidak dipertahankan secara konsisten.
Penyebab kedelapan adalah pengalaman menyakitkan seperti penghinaan, pengkhianatan, manipulasi, atau pelanggaran batas yang berulang. Dalam situasi tertentu, menjaga jarak dapat menjadi keputusan yang dianggap perlu oleh seseorang. Hubungan saudara tidak selalu harus dipaksakan kembali tanpa menyelesaikan sumber konfliknya. Komunikasi terbuka, batas yang sehat, dan konseling keluarga dapat membantu ketika semua pihak bersedia memperbaiki hubungan.