Menkes Uji Kadar Gula, Minuman Favorit Ini Masuk Level Terburuk

0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya konsumsi gula berlebih. Peringatan tersebut disampaikan setelah Kementerian Kesehatan melakukan uji kadar gula terhadap sejumlah minuman favorit yang banyak dijual di pasaran.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui media sosial, Menkes membeli beberapa minuman populer. Minuman tersebut meliputi es teh manis, es kopi susu, dan es cendol yang banyak ditemukan di berbagai daerah.

Hasil pengujian menunjukkan kandungan gula yang cukup tinggi pada sejumlah minuman tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah es teh manis yang mengandung sekitar 30 gram gula dalam satu gelas. Jumlah tersebut mendekati batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan.

Menkes menjelaskan bahwa pemerintah kini menerapkan sistem Nutri Level untuk membantu masyarakat mengenali kandungan gula, garam, dan lemak dalam makanan serta minuman. Sistem ini membagi produk ke dalam kategori A hingga D.

Pada sistem tersebut, Level A merupakan kategori paling sehat. Sebaliknya, Level D menjadi kategori dengan kandungan gula, garam, atau lemak tertinggi. Produk yang masuk kategori D ditandai warna merah sebagai peringatan bagi konsumen.

Beberapa minuman kekinian seperti boba, minuman brown sugar, dan varian susu manis tertentu diketahui masuk kategori Level D. Kandungan gulanya bahkan melebihi 10 gram per 100 mililiter minuman.

Menkes mengimbau masyarakat untuk lebih sering memilih minuman kategori A dan B. Contohnya adalah air mineral, teh tanpa gula, dan kopi hitam tanpa tambahan pemanis.

Penerapan Nutri Level merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka penyakit tidak menular. Konsumsi gula berlebih diketahui berhubungan dengan obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Kementerian Kesehatan berharap informasi yang lebih jelas mengenai kandungan gula dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih sehat. Kesadaran tersebut dinilai penting untuk mencegah peningkatan kasus penyakit kronis di Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %