Bandara Kuala Lumpur Tindak Taksi Bertarif Tak Wajar ke Turis

0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Otoritas Malaysia memperketat pengawasan terhadap praktik taksi bertarif tidak wajar di Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA. Langkah tersebut diambil setelah muncul banyak keluhan dari wisatawan asing yang menjadi korban. Modus pelaku adalah menawarkan perjalanan tanpa melalui layanan resmi. Wisatawan kemudian dikenakan tarif jauh di atas harga normal setelah tiba di tujuan. Pemerintah menilai praktik tersebut merugikan penumpang sekaligus mencoreng citra pariwisata Malaysia.

Jabatan Pengangkutan Jalan Malaysia atau JPJ menggelar Operasi Ulat di Terminal 1 dan Terminal 2 KLIA. Operasi berlangsung pada 12 hingga 26 Juni 2026 atas arahan Kementerian Transportasi Malaysia. Petugas menyita 54 kendaraan setelah memeriksa 59 kendaraan yang diduga melanggar aturan. Kendaraan tersebut terdiri dari mobil pribadi, taksi, kendaraan perusahaan, dan mobil layanan e-hailing. Petugas juga menerbitkan 76 surat pelanggaran kepada pengemudi yang terbukti melakukan pelanggaran.

Direktur Jenderal JPJ, Datuk Aedy Fadly Ramli, mengungkapkan pelaku biasanya menunggu di area kedatangan penumpang. Mereka mendekati wisatawan asing yang belum memahami sistem transportasi resmi di Malaysia. Tarif perjalanan menuju pusat Kuala Lumpur seharusnya berkisar RM65 hingga RM80. Namun, sebagian korban dipaksa membayar antara RM500 hingga RM800. Dalam satu kasus, turis asal China awalnya menyepakati tarif RM60. Setibanya di tujuan, korban dipaksa membayar RM836 sebelum diizinkan meninggalkan kendaraan.

JPJ memastikan pengawasan di KLIA akan diperketat melalui penambahan personel dan patroli selama 24 jam. Petugas juga melakukan penyamaran sebagai wisatawan untuk menangkap pelaku secara langsung. Malaysia Airports Holdings Berhad turut memasang imbauan agar penumpang hanya menggunakan layanan transportasi resmi. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat melindungi wisatawan dari praktik penipuan. Upaya itu juga diharapkan menjaga kepercayaan wisatawan menjelang program Visit Malaysia Year 2026.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %