Pasangan artis Ardina Rasti dan Arie Dwi Andhika membagikan prinsip pengasuhan yang mereka terapkan kepada kedua anaknya, Anara dan Biru. Keduanya sepakat menghargai karakter serta kenyamanan anak dalam berbagai situasi. Mereka memilih tidak memaksa anak melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Menurut Rasti, setiap anak memiliki kepribadian berbeda yang perlu dihormati. Pendekatan tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
Rasti mencontohkan kebiasaan yang sering ditemui saat bertemu orang lain, seperti memaksa anak bersalaman atau memeluk. Ia memilih tidak memaksa jika anak merasa belum nyaman melakukannya. Baginya, anak berhak menentukan batasan terhadap tubuhnya sendiri. Meski demikian, Rasti tetap mengajarkan sopan santun melalui contoh dan komunikasi yang baik. Ia menilai cara tersebut lebih efektif dibandingkan paksaan.
Selain menghargai karakter anak, pasangan ini juga menerapkan aturan penggunaan gawai di rumah. Arie Dwi Andhika membatasi durasi screen time menggunakan pengaturan pada perangkat elektronik. Setelah waktu yang ditentukan habis, anak tidak dapat menambah waktu bermain tablet. Kedua anak mengaku sang ayah cukup tegas dalam menerapkan aturan tersebut. Rasti menjelaskan kebijakan itu dibuat agar penggunaan gawai tetap seimbang dengan aktivitas lainnya.
Pendekatan Ardina Rasti sejalan dengan anjuran para ahli mengenai pentingnya batasan penggunaan layar pada anak. Orang tua disarankan menetapkan aturan yang konsisten sambil tetap mendampingi anak menggunakan perangkat digital. Pendampingan dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan larangan. Dengan komunikasi yang hangat, anak dapat belajar memahami alasan di balik setiap aturan. Pola asuh tersebut diharapkan membantu tumbuh kembang anak secara sehat di era digital.