Memulai usaha sering kali terhambat bukan karena modal, melainkan pola pikir yang salah. Salah satunya adalah chicken mindset, yaitu kondisi ketika seseorang mengetahui langkah yang harus diambil, tetapi terus mencari alasan untuk menunda. Istilah tersebut dipopulerkan oleh praktisi bisnis digital Denny Santoso dalam pembahasan mengenai perubahan pola pikir di era ekonomi kreator.
Menurut Denny Santoso, langkah pertama untuk keluar dari chicken mindset adalah berani mengambil tindakan. Banyak calon pengusaha terlalu lama menunggu waktu yang dianggap sempurna sebelum memulai bisnis. Padahal, momen ideal sering kali tidak pernah datang jika hanya dipikirkan tanpa eksekusi. Keberanian mencoba menjadi kunci untuk membangun pengalaman dan kepercayaan diri.
Pelaku usaha juga perlu mengubah fokus dari sekadar menjual produk menjadi membangun perhatian calon pelanggan. Di era digital, pemilik bisnis harus aktif membuat konten, berinteraksi dengan audiens, dan membangun komunitas. Konsistensi menjadi faktor penting agar usaha lebih mudah dikenal dan dipercaya pasar. Strategi tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya menunggu pembeli datang sendiri.
Selain itu, rasa takut gagal sebaiknya dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan alasan untuk berhenti. Memulai usaha dalam skala kecil dapat membantu mengurangi risiko sekaligus memberikan pengalaman berharga. Evaluasi setiap langkah dan terus lakukan perbaikan sesuai kebutuhan pasar. Dengan meninggalkan chicken mindset dan mulai bertindak, peluang membangun usaha yang berkembang akan semakin terbuka.