Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) memang memberikan fleksibilitas lebih bagi banyak pekerja. Namun, kebiasaan tetap mengenakan piyama sepanjang hari ternyata dapat memengaruhi suasana hati dan produktivitas. Kondisi tersebut dikenal sebagai pyjama mindset, yakni ketika seseorang sulit beralih dari mode istirahat ke mode bekerja. Fenomena ini semakin sering dibahas seiring meningkatnya sistem kerja fleksibel.
Psikolog menjelaskan pakaian memiliki pengaruh terhadap cara seseorang berpikir dan berperilaku. Konsep ini dikenal sebagai enclothed cognition, yaitu hubungan antara pakaian dan kondisi psikologis seseorang. Mengenakan piyama sepanjang hari membuat otak tetap mengasosiasikan diri dengan waktu beristirahat. Akibatnya, semangat bekerja, fokus, dan motivasi dapat menurun selama menjalankan aktivitas.
Untuk mengatasi pyjama mindset, pekerja disarankan tetap menjalankan rutinitas pagi seperti saat bekerja di kantor. Mengganti pakaian dengan busana yang rapi menjadi salah satu langkah sederhana yang efektif. Menata ruang kerja, membuka jendela, dan menetapkan jam kerja yang konsisten juga membantu membangun suasana lebih produktif. Kebiasaan tersebut memberi sinyal kepada otak bahwa waktu bekerja telah dimulai.
Meski WFH menawarkan kenyamanan, menjaga rutinitas tetap penting untuk kesehatan mental dan performa kerja. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap konsentrasi dan suasana hati. Dengan mengenali pyjama mindset, pekerja dapat membangun pola kerja yang lebih sehat dan seimbang. Langkah tersebut membantu meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kenyamanan selama bekerja dari rumah.