Memulai sekolah menjadi pengalaman baru yang dapat memicu rasa senang sekaligus cemas pada anak. Proses adaptasi setiap anak juga berlangsung dengan kecepatan yang berbeda. Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak merasa aman di lingkungan sekolah. Dukungan yang tepat dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mempermudah anak membangun hubungan dengan guru maupun teman. Psikolog menyarankan orang tua mendampingi anak tanpa memberikan tekanan yang berlebihan.
Cara pertama adalah mengenalkan lingkungan sekolah sebelum hari pertama belajar. Mengajak anak melihat ruang kelas, halaman, atau gerbang sekolah dapat mengurangi rasa asing. Cara kedua, bangun rutinitas tidur dan bangun pagi beberapa hari sebelumnya. Rutinitas yang teratur membantu anak merasa lebih siap menjalani aktivitas sekolah. Cara ketiga, ajak anak berbicara mengenai pengalaman dan harapannya di sekolah. Dengarkan setiap perasaan anak tanpa menghakimi atau meremehkan kekhawatirannya.
Cara keempat adalah melatih kemandirian melalui kebiasaan sederhana di rumah. Anak dapat belajar memakai sepatu, merapikan tas, atau makan sendiri sebelum berangkat sekolah. Keterampilan tersebut membantu anak lebih percaya diri saat berada di lingkungan baru. Cara kelima, berikan semangat tanpa menakut-nakuti anak dengan aturan atau hukuman. Hindari membandingkan kemampuan anak dengan saudara maupun teman seusianya. Pujian atas usaha yang dilakukan dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya dirinya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia dan para psikolog anak menekankan pentingnya komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Orang tua juga dianjurkan bekerja sama dengan guru apabila anak mengalami kesulitan beradaptasi. Sebagian anak membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa nyaman di sekolah. Kondisi tersebut merupakan hal yang wajar selama perkembangan anak tetap berjalan baik. Dengan dukungan keluarga, rutinitas yang konsisten, dan lingkungan sekolah yang positif, anak akan lebih mudah menyesuaikan diri serta menikmati proses belajarnya.