Pemerintah Metropolitan Tokyo mendorong pegawainya mengenakan pakaian yang lebih santai selama musim panas. Salah satu anjuran yang menarik perhatian adalah penggunaan celana pendek saat bekerja di kantor. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kampanye Tokyo Cool Biz yang bertujuan mengurangi penggunaan pendingin ruangan. Langkah ini juga diharapkan membantu pekerja tetap nyaman menghadapi suhu tinggi yang melanda Jepang. Pada pertengahan Juli, suhu di Tokyo mencapai sekitar 35 derajat Celsius dengan kelembapan yang tinggi.
Selain celana pendek, pegawai juga diperbolehkan mengenakan kaus polo, kaus, dan sepatu olahraga sesuai jenis pekerjaannya. Aturan berpakaian yang lebih fleksibel dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pendingin ruangan. Pemerintah Tokyo menyebut pasokan dan permintaan listrik menghadapi tantangan selama musim panas. Karena itu, penghematan energi menjadi salah satu prioritas tanpa mengurangi produktivitas pegawai. Kampanye ini melanjutkan program Cool Biz yang pertama kali diperkenalkan pada 2005.
Sejumlah pegawai mengaku sempat merasa canggung mengenakan celana pendek ke kantor. Namun, rasa tersebut perlahan hilang setelah semakin banyak rekan kerja mengikuti aturan baru. Mereka menilai pakaian yang lebih ringan membuat aktivitas bekerja menjadi lebih nyaman. Meski begitu, pakaian formal tetap digunakan ketika menghadiri rapat penting atau bertemu tamu. Kebijakan tersebut memberi keleluasaan tanpa menghilangkan profesionalisme di lingkungan kerja.
Kebijakan ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat Jepang. Sebagian mendukung karena dianggap lebih praktis menghadapi cuaca panas ekstrem. Namun, sebagian lainnya masih menganggap celana pendek kurang sesuai untuk lingkungan kerja. Perdebatan tersebut menunjukkan budaya berpakaian di Jepang mulai mengalami perubahan. Pemerintah berharap langkah sederhana ini dapat membantu menghemat energi sekaligus melindungi pekerja dari risiko sengatan panas selama musim panas.