Rantai yang Harus Diputus, Apa itu Eggshell Parenting?

0 0
Read Time:1 Minute, 25 Second

Eggshell parenting adalah pola asuh yang membuat anak merasa harus selalu berhati-hati agar tidak memicu kemarahan orang tua. Istilah ini berasal dari ungkapan walking on eggshells atau berjalan di atas kulit telur. Kondisi tersebut menggambarkan anak yang hidup dalam ketidakpastian karena orang tua memiliki emosi yang mudah berubah. Istilah ini dipopulerkan psikolog klinis Dr. Kim Sage dan kemudian banyak dibahas oleh para pakar kesehatan mental. Pola asuh ini dinilai dapat memengaruhi perkembangan emosional anak dalam jangka panjang.

Orang tua dengan pola asuh ini biasanya menunjukkan respons yang tidak konsisten terhadap perilaku anak. Mereka dapat bersikap hangat pada satu waktu, lalu tiba-tiba marah atau menghukum tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, anak menjadi takut melakukan kesalahan dan selalu berusaha menebak suasana hati orang tua. Dalam banyak kasus, anak memilih memendam perasaan agar tidak memicu konflik di rumah. Kondisi tersebut membuat anak kehilangan rasa aman dalam lingkungan keluarganya.

Psikolog menjelaskan anak yang tumbuh dalam lingkungan eggshell parenting berisiko mengalami kecemasan, rendah diri, hingga kesulitan mengelola emosi. Mereka juga dapat mengalami gangguan kepercayaan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Tidak sedikit yang membawa pola hubungan tersebut hingga dewasa. Jika tidak ditangani, siklus pengasuhan seperti ini berpotensi terus berulang pada generasi berikutnya. Karena itu, banyak ahli menyebut eggshell parenting sebagai rantai yang perlu diputus sejak dini.

Para ahli menyarankan orang tua belajar mengenali dan mengelola emosinya sebelum berinteraksi dengan anak. Komunikasi yang terbuka, respons yang konsisten, serta kemampuan meminta maaf ketika berbuat salah dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman. Jika ledakan emosi sering terjadi dan sulit dikendalikan, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater menjadi langkah yang tepat. Dengan pengasuhan yang lebih stabil, anak dapat tumbuh lebih percaya diri, merasa dihargai, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %