Generasi Z kerap dianggap sebagai kelompok yang paling peduli terhadap kesehatan. Banyak anak muda mulai rutin berolahraga, menjaga pola makan, dan memanfaatkan aplikasi kebugaran. Kesadaran terhadap kesehatan mental juga meningkat dibanding generasi sebelumnya. Namun, dokter menilai anggapan bahwa Gen Z merupakan generasi paling sehat belum sepenuhnya tepat. Berbagai kebiasaan modern masih menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.
Menurut para ahli, Gen Z memiliki akses informasi kesehatan yang jauh lebih luas melalui internet dan media sosial. Kondisi tersebut membuat mereka lebih mudah memahami pentingnya gaya hidup sehat. Meski begitu, paparan informasi yang berlebihan juga berisiko memunculkan tren kesehatan yang belum tentu terbukti secara ilmiah. Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan mengikuti panduan dari tenaga kesehatan dan lembaga resmi.
Di sisi lain, dokter mengingatkan bahwa Gen Z juga menghadapi tantangan kesehatan yang tidak ringan. Kebiasaan duduk terlalu lama, kurang tidur, serta tingginya penggunaan gawai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula juga masih banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Faktor tersebut dapat memengaruhi kesehatan jantung, metabolisme, hingga kondisi mental dalam jangka panjang.
Kesimpulannya, kesehatan tidak ditentukan oleh generasi, melainkan kebiasaan yang dijalani setiap hari. Gen Z memang memiliki kesadaran kesehatan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Namun, kesadaran tersebut perlu diimbangi dengan pola makan bergizi, olahraga rutin, tidur cukup, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Dokter menegaskan bahwa gaya hidup sehat yang konsisten tetap menjadi kunci utama menjaga kualitas hidup pada setiap usia.