Katy Perry kecam penggunaan lagu Firework di cuplikan serangan militer

0 0
Read Time:1 Minute, 8 Second

Penyanyi asal Amerika Serikat, Katy Perry, mengecam penggunaan lagunya Firework dalam video cuplikan serangan militer yang diunggah akun resmi TikTok Gedung Putih. Video tersebut menampilkan rekaman pesawat tempur, ledakan rudal, dan serangan militer dengan iringan lagu Firework. Unggahan itu juga disertai keterangan bertuliskan “Iran has been warned”. Penggunaan lagu tersebut memicu kritik karena dinilai bertentangan dengan pesan asli yang dibawa karya tersebut.

Melalui akun media sosialnya, Katy Perry menegaskan bahwa musiknya diciptakan untuk menyatukan orang, bukan merayakan peperangan. Ia menyatakan tidak pernah dimintai izin maupun memberikan persetujuan atas penggunaan lagu tersebut. Perry juga menyebut penggunaan Firework dalam konteks serangan militer sebagai pelanggaran terhadap makna lagu yang selama ini dikenal membawa pesan harapan, keberanian, dan pemberdayaan diri.

Video yang diunggah Gedung Putih memanfaatkan bagian lirik “boom, boom, boom” untuk diselaraskan dengan adegan ledakan dalam rekaman serangan. Konten itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perdebatan luas. Sejumlah pengguna menilai penggunaan lagu bernuansa optimistis dalam video perang tidak tepat. Sebagian lainnya mempertanyakan penggunaan karya musisi tanpa persetujuan penciptanya.

Katy Perry bukan menjadi artis pertama yang memprotes penggunaan lagunya dalam konten politik atau pemerintahan. Dalam beberapa tahun terakhir, Céline Dion, Ariana Grande, Bruce Springsteen, Radiohead, Sabrina Carpenter, Neil Young, hingga Kesha juga menyampaikan keberatan atas penggunaan karya mereka tanpa izin. Polemik tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai hak cipta, persetujuan artis, dan batas penggunaan musik dalam konten resmi pemerintah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %