Chef Juna kembali menjadi perbincangan setelah melontarkan komentar mengenai seblak. Juri MasterChef Indonesia itu menyindir kebiasaan penggunaan kerupuk dalam hidangan khas Bandung tersebut. Menurutnya, kerupuk pada dasarnya dibuat untuk digoreng agar menghasilkan tekstur renyah. Pernyataan itu langsung memicu beragam tanggapan dari warganet, terutama para pencinta seblak.
Dalam pernyataannya, Chef Juna mengatakan kerupuk seharusnya dinikmati dalam kondisi renyah, bukan direbus hingga lembek. Ia menyampaikan pendapat tersebut sebagai pandangan pribadi mengenai cara menikmati kerupuk. Meski begitu, ia tidak melarang siapa pun menyukai seblak atau makanan berbahan dasar kerupuk yang dimasak dengan cara berbeda.
Komentar tersebut langsung mengundang respons dari para penggemar seblak. Sebagian warganet menganggap pernyataan Chef Juna hanya candaan yang tidak perlu diperdebatkan. Namun, ada pula yang membela seblak sebagai kuliner tradisional dengan karakter khas. Bagi pencinta seblak, kerupuk yang direbus justru menjadi ciri utama hidangan tersebut.
Seblak sendiri merupakan makanan khas Jawa Barat yang populer di berbagai daerah Indonesia. Hidangan ini menggunakan kerupuk yang dimasak bersama bumbu kencur, cabai, bawang, dan aneka pelengkap. Kini, seblak hadir dalam berbagai variasi dengan tambahan bakso, sosis, ceker ayam, seafood, hingga mi. Popularitasnya terus meningkat, terutama di kalangan anak muda.
Perdebatan mengenai cara menikmati kerupuk sebenarnya bukan hal baru di dunia kuliner. Setiap orang memiliki selera yang berbeda dalam menikmati makanan. Ada yang lebih menyukai kerupuk renyah, sementara yang lain menyukai teksturnya setelah direbus. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang terus berkembang sesuai kreativitas dan preferensi masing-masing penikmatnya.