Penggunaan gawai telah menjadi bagian kehidupan anak untuk belajar, berkomunikasi, dan mendapatkan hiburan. Namun, screen time berlebihan dapat mengganggu aktivitas penting dalam perkembangan anak. Masalah perlu diperhatikan ketika penggunaan layar mengurangi tidur, aktivitas fisik, belajar, dan interaksi keluarga. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan dampaknya, bukan hanya menghitung durasi.
Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan bayi berusia kurang dari satu tahun tidak mendapatkan screen time sedentari. Anak berusia satu tahun juga tidak direkomendasikan mendapatkan aktivitas layar sedentari. Untuk usia dua tahun, durasinya sebaiknya tidak melebihi satu jam sehari. Anak usia tiga hingga empat tahun juga disarankan maksimal satu jam.
American Academy of Pediatrics menekankan kualitas penggunaan media dan keterlibatan keluarga dalam panduan terbarunya. Orang tua dapat membuat aturan berdasarkan usia, kebutuhan, dan dampak media terhadap keseharian anak. Batasan diperlukan ketika layar mulai menggantikan tidur, olahraga, belajar, atau hubungan sosial. Penggunaan media juga perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Pembatasan dapat dimulai dengan menetapkan waktu dan tempat tertentu tanpa perangkat digital. Meja makan dan waktu menjelang tidur dapat dijadikan area bebas layar. Orang tua juga sebaiknya memberikan contoh melalui kebiasaan menggunakan ponsel secara sehat. Untuk anak kecil, pendampingan membantu orang tua memahami konten yang sedang dikonsumsi.
Screen time tidak selalu memberikan dampak buruk karena perangkat digital juga dapat mendukung pendidikan dan kreativitas. Kuncinya adalah keseimbangan antara aktivitas layar dan kebutuhan perkembangan lainnya. Orang tua perlu memperhatikan perubahan tidur, emosi, aktivitas fisik, dan hubungan sosial anak. Evaluasi bersama dokter anak dapat dipertimbangkan ketika penggunaan layar sulit dikendalikan dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.