Pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan kondisi emosional anak.
Meski teguran diperlukan untuk mendidik, kemarahan yang terlalu sering atau berlebihan dapat meninggalkan dampak yang terbawa hingga dewasa.
Para ahli menyebut pengalaman masa kecil dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, berinteraksi dengan orang lain, dan menghadapi berbagai tantangan hidup.
Salah satu dampak yang cukup sering muncul adalah menurunnya rasa percaya diri.
Anak yang tumbuh dengan kritik atau kemarahan yang terus-menerus cenderung lebih mudah meragukan kemampuannya sendiri.
Mereka juga bisa menjadi takut melakukan kesalahan karena khawatir mendapat penilaian negatif dari lingkungan sekitar.
Selain itu, pengalaman sering dimarahi dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial saat dewasa.
Sebagian orang menjadi sulit mengungkapkan pendapat, sementara yang lain lebih mudah merasa cemas atau tertekan.
Namun para psikolog menegaskan bahwa pengalaman masa kecil bukanlah penentu mutlak masa depan seseorang.
Dengan dukungan yang tepat dan kesadaran diri yang baik, setiap orang tetap dapat membangun kepercayaan diri serta pola hubungan yang lebih sehat.