Mengenal ‘Teen-ternity’, Tren Orang Tua Rela Tinggalkan Karier demi Dampingi Anak Remaja

0 0
Read Time:1 Minute, 19 Second

Istilah “teen-ternity” mulai ramai dibicarakan untuk menggambarkan orang tua yang mengambil jeda karier ketika anak memasuki masa remaja. Konsep tersebut menyerupai maternity leave, tetapi dilakukan ketika anak sudah berusia belasan tahun. Orang tua memilih mengurangi pekerjaan atau berhenti sementara agar lebih tersedia bagi anak. Fenomena ini menyoroti kebutuhan pendampingan yang tidak otomatis berakhir setelah anak melewati masa kecil.

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan fisik, emosional, dan sosial seseorang. Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan remaja sebagai kelompok berusia 10 sampai 19 tahun. Pada periode tersebut, anak menghadapi perubahan tubuh, hubungan sosial, identitas, serta tuntutan akademik. Dukungan keluarga dapat membantu remaja menghadapi berbagai perubahan tersebut dengan lingkungan yang lebih aman. WHO

Teen-ternity tidak memiliki bentuk atau durasi yang baku seperti cuti melahirkan. Sebagian orang tua mungkin mengambil cuti panjang, mengurangi jam kerja, atau memilih pekerjaan lebih fleksibel. Tujuannya adalah menyediakan waktu ketika anak menghadapi masa transisi penting. Namun, keputusan meninggalkan pekerjaan tentu memiliki konsekuensi terhadap pendapatan, tabungan, dan perkembangan karier.

Pendampingan juga tidak berarti orang tua harus mengawasi seluruh aktivitas remaja sepanjang waktu. Remaja tetap membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemandirian, membuat keputusan, dan membangun hubungan sosial. Orang tua dapat berperan dengan menjaga komunikasi terbuka serta hadir ketika anak membutuhkan bantuan. Kualitas interaksi menjadi penting dibanding sekadar berada bersama sepanjang hari.

Tren teen-ternity akhirnya memperluas pembicaraan mengenai keseimbangan antara pekerjaan dan kebutuhan keluarga. Namun, berhenti bekerja bukan satu-satunya cara untuk mendampingi anak remaja. Jam kerja fleksibel dan pembagian tanggung jawab keluarga dapat menjadi alternatif bagi sebagian orang tua. Pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan anak, kondisi keluarga, dan kemampuan finansial masing-masing.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %