Kekeringan Melanda Swiss, Danau Brenets Tak Lagi Indah

0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

Kekeringan berkepanjangan membuat Danau Brenets di perbatasan Swiss dan Prancis mengalami penurunan permukaan air secara drastis. Danau yang biasanya ramai wisatawan kini hampir mengering dan tidak dapat dilalui kapal. Sungai Doubs sebagai sumber utama danau mengalami penurunan debit setelah curah hujan minim. Tiga gelombang panas berturut-turut turut memperburuk kondisi kawasan tersebut.

Pada akhir Juli 2026, permukaan Danau Brenets tercatat lebih dari sembilan meter di bawah kondisi rata-rata. Air bahkan sempat turun sekitar 22 sentimeter setiap hari. Puluhan perahu terlihat terdampar pada permukaan lumpur yang mengering dan retak. Kapal wisata yang biasanya mengangkut pengunjung juga tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata lokal. Tiga perusahaan kapal biasanya mengangkut ribuan wisatawan selama musim panas. Pemilik perusahaan pelayaran setempat, Yvan Durig, bahkan harus menghentikan aktivitas timnya akibat kondisi danau. Ia juga mengkhawatirkan kerugian usaha sepanjang tahun akibat berhentinya operasional wisata.

MeteoSwiss mencatat curah hujan sejak April hanya sekitar setengah dari tingkat normal. Kekeringan 2026 disebut sebanding dengan beberapa periode terburuk pada 1976, 2003, dan 2018. Pemerintah Swiss juga melaporkan kekeringan signifikan telah terjadi sejak musim semi. Kondisi tersebut menyebabkan tanah mengering serta menurunkan permukaan air dan cadangan air tanah.

Danau Brenets sebelumnya pernah mengalami kekeringan parah pada 2018 dan 2022. Namun, kejadian serupa kini disebut semakin sering terjadi. Air yang tersisa berubah menjadi jalur sempit berwarna kecokelatan di tengah danau. Air terjun Saut du Doubs di dekatnya juga hampir mengering akibat minimnya aliran air.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %