Great Barrier Reef di Australia Semakin Terancam!

0 0
Read Time:1 Minute, 14 Second

Great Barrier Reef di Australia terus menghadapi tekanan serius akibat perubahan iklim dan meningkatnya suhu laut. Terumbu karang sepanjang sekitar 2.400 kilometer tersebut berada di lepas pantai Queensland. Ekosistem ini menjadi habitat sekitar 400 jenis karang dan 1.500 spesies ikan. Pemutihan karang berulang menjadi ancaman besar terhadap keberlangsungan ekosistem tersebut.

Data Australian Institute of Marine Science menunjukkan tutupan karang keras mengalami penurunan tajam dalam pemantauan 2024-2025. Wilayah utara turun dari 39,8 persen menjadi 30 persen. Wilayah tengah mengalami penurunan dari 33,2 persen menjadi 28,6 persen. Sementara wilayah selatan merosot dari 38,9 persen menjadi 26,9 persen.

Penurunan di wilayah utara dan selatan menjadi yang terbesar sejak pemantauan jangka panjang dimulai sekitar empat dekade lalu. Kerusakan terutama dipengaruhi tekanan panas yang menyebabkan pemutihan massal pada 2024. Siklon tropis dan ledakan populasi bintang laut mahkota duri turut memberikan tekanan tambahan. Sebanyak 124 terumbu diperiksa dalam program pemantauan tersebut.

Great Barrier Reef juga kembali mengalami pemutihan massal pada musim panas 2025. Kejadian tersebut menjadi pemutihan massal keenam sejak 2016. Peristiwa 2024 dan 2025 juga menjadi kejadian beruntun kedua dalam satu dekade. AIMS menilai pemanasan laut akibat perubahan iklim terus memberikan dampak cepat terhadap komunitas karang.

Pada Juli 2026, UNESCO tidak memasukkan Great Barrier Reef dalam daftar Warisan Dunia dalam bahaya. Namun, keputusan tersebut bukan berarti ancaman terhadap ekosistem sudah berakhir. Australia terus menjalankan perlindungan dan berbagai program pemulihan terumbu. Pengurangan emisi global tetap dianggap penting untuk menjaga masa depan ekosistem karang tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %