Kopi slushie menjadi minuman yang sedang viral di berbagai media sosial. Minuman ini memadukan kopi, es serut, susu, dan sirup beragam rasa. Teksturnya yang lembut membuat banyak orang memilihnya sebagai pelepas dahaga. Meski terlihat menyegarkan, ahli gizi mengingatkan kopi slushie belum tentu lebih sehat dibandingkan kopi biasa. Kandungan gula dan kalori tambahan menjadi perhatian utama dalam minuman tersebut.
Menurut para ahli gizi, kopi hitam tanpa tambahan gula memiliki kalori yang sangat rendah. Namun, kondisi itu berubah ketika ditambahkan sirup, krim, susu manis, atau whipped cream. Tambahan tersebut dapat meningkatkan kandungan gula dan kalori secara signifikan. Beberapa sajian kopi slushie bahkan mengandung gula melebihi anjuran harian jika dikonsumsi sekaligus. Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Selain gula, kandungan kafein juga perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi kopi slushie. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyarankan orang dewasa membatasi kafein hingga sekitar 400 miligram setiap hari. Batas tersebut setara sekitar empat cangkir kopi seduh biasa bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Konsumsi kafein berlebihan dapat memicu jantung berdebar, sulit tidur, gelisah, dan gangguan pencernaan. Efek tersebut bisa berbeda pada setiap individu, terutama ibu hamil dan penderita penyakit tertentu.
Ahli menyarankan memilih kopi slushie dengan gula lebih sedikit atau tanpa sirup tambahan. Susu rendah lemak juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi asupan kalori. Minuman ini tetap bisa dinikmati sebagai selingan, bukan konsumsi harian. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi kunci menjaga kesehatan. Dengan memilih bahan yang tepat, kopi slushie dapat dinikmati tanpa mengabaikan pola hidup sehat.