Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akan ditutup untuk umum selama sekitar satu tahun guna menjalani proses pemugaran menyeluruh. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian salah satu cagar budaya penting peninggalan Buddha di Indonesia. Pemugaran ditargetkan selesai sebelum perayaan Waisak 2027 sehingga candi dapat kembali digunakan untuk kegiatan keagamaan maupun kunjungan wisata. Rencana tersebut telah disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi struktur bangunan dan kebutuhan konservasi.
Pemugaran akan difokuskan pada perbaikan struktur, konservasi batu candi, serta peningkatan sistem drainase untuk mengurangi dampak pelapukan. Langkah tersebut dinilai penting agar bangunan tetap terjaga dari kerusakan akibat faktor cuaca, kelembapan, dan usia. Selama proses berlangsung, akses wisatawan ke area candi akan dibatasi demi menjaga keselamatan serta mendukung kelancaran pekerjaan konservasi.
Candi Mendut memiliki peran penting dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. Setiap tahun, candi ini menjadi titik awal kirab Waisak menuju Candi Borobudur dengan membawa Api Dharma dari Mrapen dan Air Berkah dari Umbul Jumprit. Tradisi tersebut menjadi bagian dari prosesi keagamaan umat Buddha yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah dan mancanegara.
Pemerintah berharap pemugaran dapat menjaga keaslian sekaligus memperpanjang usia bangunan bersejarah tersebut. Proses konservasi juga diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung setelah Candi Mendut kembali dibuka. Selama masa penutupan, wisatawan disarankan mencari informasi terbaru mengenai akses kawasan melalui pengelola atau instansi terkait. Dengan pemugaran yang terencana, Candi Mendut diharapkan siap menyambut kembali umat Buddha dan wisatawan pada perayaan Waisak 2027.