Seorang mantan software engineer menjadi sorotan setelah memutuskan meninggalkan pekerjaannya dengan gaji sekitar 10.000 dolar Singapura atau sekitar Rp174 juta per bulan. Keputusan tersebut diambil demi mengejar impiannya membuka usaha mi tradisional. Kisahnya viral karena banyak orang menilai langkah itu berani di tengah karier yang sudah mapan. Namun, ia mengaku lebih bahagia menjalankan bisnis kuliner dibandingkan bekerja di industri teknologi. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan passion dan tujuan hidup jangka panjang.
Mantan insinyur perangkat lunak itu membuka kedai mi dengan mengusung resep keluarga yang telah diwariskan turun-temurun. Ia terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari menyiapkan bahan hingga melayani pelanggan setiap hari. Menurutnya, menjalankan usaha sendiri memberikan kepuasan yang tidak ia rasakan saat bekerja di kantor. Meski pendapatan pada awal usaha belum sebesar gaji sebelumnya, ia optimistis bisnisnya akan terus berkembang. Respons pelanggan yang positif menjadi motivasi untuk mempertahankan kualitas makanan.
Perjalanan membangun usaha kuliner tidak selalu berjalan mulus. Ia harus mempelajari pengelolaan bisnis, operasional dapur, hingga strategi pemasaran yang berbeda dari dunia teknologi. Jam kerja yang panjang juga menjadi tantangan baru. Namun, pengalaman sebagai software engineer tetap membantunya dalam mengelola sistem pemesanan dan promosi digital. Kemampuan tersebut membuat usahanya lebih mudah menjangkau pelanggan melalui media sosial dan layanan pesan antar.
Kisah tersebut menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari besarnya gaji. Banyak orang memilih meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi untuk mengejar bidang yang lebih sesuai dengan minatnya. Meski keputusan seperti itu mengandung risiko, persiapan yang matang tetap menjadi kunci utama. Mantan software engineer tersebut berharap kisahnya dapat mendorong orang lain berani mengejar impian dengan perencanaan yang baik. Baginya, kepuasan menjalani pekerjaan yang dicintai memiliki nilai yang tidak dapat diukur hanya dengan besarnya penghasilan.