Gelombang panas yang melanda Eropa kembali menjadi tantangan bagi wisatawan selama musim panas. Banyak pelancong mengaku kesulitan beristirahat karena sejumlah hotel, terutama di bangunan bersejarah, tidak dilengkapi pendingin ruangan atau AC. Kondisi tersebut membuat suhu kamar tetap tinggi, terutama saat malam hari. Fenomena ini banyak dikeluhkan wisatawan yang berasal dari negara dengan iklim lebih panas dan terbiasa menggunakan AC. Perubahan iklim juga membuat musim panas di Eropa terasa semakin ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.
Di banyak negara Eropa, seperti Prancis, Jerman, Belanda, dan Inggris, hotel-hotel lama memang dibangun tanpa sistem pendingin ruangan. Saat bangunan tersebut didirikan, suhu musim panas relatif lebih sejuk sehingga AC belum dianggap sebagai kebutuhan utama. Selain itu, beberapa bangunan berstatus cagar budaya memiliki keterbatasan dalam melakukan renovasi besar. Akibatnya, banyak pengelola hotel memilih menggunakan kipas angin atau ventilasi alami sebagai alternatif. Namun, solusi tersebut sering kali tidak cukup ketika suhu mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.
Pakar pariwisata menyarankan wisatawan memeriksa fasilitas hotel sebelum melakukan pemesanan, terutama saat berkunjung pada puncak musim panas antara Juni hingga Agustus. Informasi mengenai ketersediaan AC biasanya tercantum dalam deskripsi kamar atau situs resmi hotel. Wisatawan juga disarankan memilih akomodasi yang memiliki ventilasi baik, membawa botol minum, serta menjaga tubuh tetap terhidrasi selama cuaca panas. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Meningkatnya suhu di Eropa mendorong banyak hotel mulai mempertimbangkan pemasangan sistem pendingin yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sejumlah operator juga melakukan renovasi untuk meningkatkan kenyamanan tamu tanpa mengabaikan nilai historis bangunan. Bagi wisatawan, memahami kondisi iklim dan fasilitas akomodasi sebelum berangkat menjadi bagian penting dalam merencanakan perjalanan. Persiapan yang matang dapat membantu menghindari pengalaman kurang menyenangkan dan membuat liburan musim panas di Eropa tetap nyaman serta berkesan.