Istilah English Breakfast Tea cukup populer di dunia, termasuk Indonesia. Menariknya, istilah Indonesian Breakfast Tea tidak sepopuler nama tersebut. Alasannya berkaitan dengan sejarah, budaya minum teh, dan cara industri teh membentuk nama produk. English Breakfast bukan nama daun teh dari Inggris. Teh tersebut merupakan kategori campuran teh hitam yang kuat untuk diminum pada pagi hari.
Asal-usul namanya juga ternyata tidak sepenuhnya berasal dari Inggris. Salah satu catatan menyebut istilah tersebut populer di New York pada 1840-an. Richard Davies, pedagang teh keturunan Inggris, disebut memasarkan campuran teh dengan nama English Breakfast. Nama tersebut kemudian semakin dikenal dan melekat dengan tradisi sarapan Inggris.
Karakter English Breakfast dibuat kuat agar cocok menemani sarapan berat. Campurannya biasanya menggunakan teh hitam dari Assam, Sri Lanka, Kenya, atau China. Rasanya cenderung pekat sehingga tetap terasa ketika dicampur susu atau gula. Jadi, kata English lebih menunjukkan gaya dan tradisi konsumsinya. Nama tersebut tidak berarti seluruh bahan tehnya berasal dari Inggris.
Indonesia sebenarnya memiliki teh yang cocok untuk karakter tersebut. Lebih dari 90 persen tanaman teh Indonesia disebut berasal dari varietas assamica. Jenis ini memiliki karakter rasa kuat dan cocok untuk teh hitam bergaya sarapan. Bahkan, sejumlah produk menggunakan teh Indonesia sebagai bahan English Breakfast.
Jadi, bukan berarti Indonesia tidak memiliki teh untuk sarapan. Nama Indonesian Breakfast hanya belum menjadi kategori global seperti English Breakfast. Produk dengan nama tersebut bahkan sudah muncul di sejumlah tempat. Perbedaannya, Indonesia memiliki budaya sarapan yang jauh lebih beragam. Karena itu, satu jenis teh belum cukup mewakili seluruh tradisi sarapan Indonesia.