Saat Anak Bertanya soal Disabilitas, orang tua sering kali merasa bingung harus menjawab apa. Padahal, pertanyaan tersebut umumnya muncul karena rasa ingin tahu, bukan untuk menghakimi. Cara orang tua menjelaskan dapat membentuk sikap anak terhadap keberagaman sejak dini.
Gunakan bahasa yang sederhana dan sesuai usia anak. Jelaskan bahwa disabilitas adalah kondisi yang membuat sebagian orang melakukan aktivitas dengan cara yang berbeda. Namun, setiap orang tetap memiliki kemampuan, bakat, dan hak yang sama untuk dihargai.
Hindari menggunakan istilah yang merendahkan atau memberi kesan bahwa penyandang disabilitas selalu perlu dikasihani. Sebaliknya, ajarkan anak untuk memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan tanpa prasangka.
Jika anak bertanya tentang alat bantu seperti kursi roda atau tongkat, jelaskan bahwa alat tersebut membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari. Anda dapat memberi contoh sederhana agar anak lebih mudah memahaminya.
Orang tua juga dapat memanfaatkan buku cerita, film, atau pengalaman sehari-hari untuk mengenalkan keberagaman. Diskusi yang terbuka membantu anak memahami bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing.
Para ahli menekankan bahwa membangun empati sejak kecil dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai perbedaan. Dengan jawaban yang jujur, tenang, dan positif, orang tua tidak hanya memenuhi rasa ingin tahu anak, tetapi juga menanamkan nilai inklusi dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.