Banyak anak menangis saat ditinggal orang tua di sekolah, terutama pada masa awal masuk. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses adaptasi. Anak sedang belajar merasa aman di lingkungan baru tanpa pendampingan orang tua. Namun, jika ditangani dengan tepat, rasa cemas tersebut biasanya akan berkurang seiring waktu. Berikut tujuh cara yang dapat membantu anak lebih nyaman bersekolah.
Pertama, biasakan anak mengenal lingkungan sekolah sebelum hari pertama belajar. Kedua, buat rutinitas pagi yang tenang dan tidak terburu-buru. Ketiga, berpamitan dengan singkat tanpa menghilang diam-diam. Cara ini membantu membangun rasa percaya anak kepada orang tua. Keempat, tunjukkan ekspresi tenang dan percaya diri agar anak merasa lebih aman.
Kelima, berikan benda kesayangan yang diizinkan sekolah, seperti sapu tangan atau gantungan kecil. Benda tersebut dapat memberikan rasa nyaman saat anak merasa rindu. Keenam, hindari kembali ke kelas setelah berpamitan karena dapat memperpanjang tangisan. Percayakan proses adaptasi kepada guru yang sudah berpengalaman menangani anak.
Ketujuh, berikan pujian setiap kali anak menunjukkan keberanian, sekecil apa pun kemajuannya. Fokuslah pada usaha anak, bukan hanya hasilnya. Setelah pulang sekolah, ajak anak bercerita mengenai pengalaman yang menyenangkan. Hindari memarahi atau mengejek karena dapat menambah kecemasan. Jika tangisan berlangsung selama beberapa minggu dan disertai penolakan ekstrem terhadap sekolah, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan guru atau psikolog anak. Dengan dukungan yang konsisten, sebagian besar anak akan mampu beradaptasi dan menikmati kegiatan belajar bersama teman-temannya.