Anak yang suka menelan ingus atau kotoran hidung sering membuat orang tua merasa khawatir. Namun, kebiasaan tersebut umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan serius. Ingus sebenarnya merupakan lendir yang membantu menangkap debu, serbuk sari, dan berbagai partikel dari udara. Sebagian lendir dari hidung juga memang tertelan tanpa disadari setiap hari.
Ketika anak menelan ingus, lendir tersebut akan masuk ke saluran pencernaan. Asam lambung kemudian membantu menghancurkan berbagai kuman yang ikut tertelan bersama lendir. Karena itu, menelan ingus dalam jumlah kecil biasanya tidak membuat anak sakit. Kebiasaan tersebut juga cukup umum pada anak kecil yang masih mengeksplorasi tubuhnya.
Meski demikian, orang tua tetap sebaiknya mengajarkan kebiasaan menjaga kebersihan hidung. Masalah yang lebih perlu diperhatikan justru kebiasaan mengorek hidung menggunakan jari. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan iritasi atau luka pada bagian dalam hidung. Anak juga sebaiknya dibiasakan mencuci tangan setelah menyentuh hidung.
Jika hidung anak sering tersumbat atau menghasilkan lendir berlebihan, penyebabnya juga perlu diperhatikan. Pilek dan alergi dapat meningkatkan produksi lendir pada hidung. Larutan saline dapat membantu mengencerkan lendir yang mengering. Pada anak kecil, orang tua dapat menggunakan alat penyedot lendir sesuai petunjuk penggunaannya.
Orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter jika keluhan hidung berlangsung lama atau disertai gejala lain. American Academy of Pediatrics menyarankan pemeriksaan jika lendir hidung bertahan lebih dari 10 hingga 14 hari. Kesulitan bernapas, demam tinggi, atau kondisi anak yang semakin memburuk juga perlu mendapat perhatian medis.