Pemerintah Australia memperbarui imbauan perjalanan bagi warganya yang berada atau berencana mengunjungi Jepang. Peringatan muncul setelah gempa kuat mengguncang Prefektur Kumamoto pada 28 Juli 2026. Wisatawan diminta mewaspadai gempa susulan dan kemungkinan gangguan perjalanan. Jepang juga menghadapi kondisi cuaca musim panas yang dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Gempa mengguncang wilayah Kumamoto sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Pemerintah Jepang mencatat intensitas maksimum mencapai level tujuh pada skala seismik negara tersebut. Guncangan kuat dirasakan di berbagai wilayah Kyushu. Peringatan tsunami juga sempat diterbitkan untuk Laut Ariake setelah gempa terjadi.
Dampak gempa turut memengaruhi transportasi bagi masyarakat dan wisatawan. Sejumlah perjalanan kereta di Kyushu sempat dihentikan setelah guncangan terjadi. Penerbangan dari dan menuju Bandara Kumamoto juga mengalami gangguan. Wisatawan disarankan mengikuti informasi pemerintah Jepang dan operator transportasi sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain gempa, wisatawan perlu memperhatikan cuaca ekstrem selama musim panas Jepang. Suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas dan heatstroke. Kondisi cuaca buruk juga berpotensi menyebabkan keterlambatan perjalanan darat maupun penerbangan. Pemerintah Australia menyarankan wisatawan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan jadwal akibat kondisi ekstrem.
Meski ada peringatan tersebut, imbauan perjalanan tidak otomatis berarti seluruh kunjungan menuju Jepang harus dibatalkan. Wisatawan perlu memahami kondisi daerah tujuan dan mengikuti arahan otoritas setempat. Informasi gempa dapat dipantau melalui Japan Meteorological Agency selama berada di Jepang. Pelancong juga disarankan memiliki asuransi perjalanan serta rencana darurat apabila transportasi terganggu.