Kabar duka datang dari industri musik Indonesia setelah bassist PAS Band, Bambang Sutrisno atau Trisno, meninggal dunia. Trisno mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kabar tersebut disampaikan Sandy, drummer PAS Band, yang selama puluhan tahun menjadi rekan bermusiknya. Trisno meninggal setelah berjuang menghadapi komplikasi penyakit serius.
Sebelum meninggal, Trisno sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Sandy sebelumnya mengungkap Trisno didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium lanjut. Fungsi ginjalnya bahkan disebut hanya tersisa sekitar lima persen. Kondisi tersebut membuat Trisno harus menjalani prosedur cuci darah sebagai bagian penanganan medis.
Masalah kesehatan Trisno sebenarnya telah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Sandy mengatakan kaki Trisno kerap membengkak dan tubuhnya terlihat semakin kurus. Pemeriksaan medis beberapa bulan sebelumnya juga menemukan indikasi gangguan liver serta tekanan darah tinggi. Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya harus dibawa ke rumah sakit.
Selain gagal ginjal, dokter menemukan penyumbatan darah di kepala yang membutuhkan tindakan operasi. Kondisi tersebut menambah komplikasi kesehatan yang dihadapi Trisno menjelang akhir hidupnya. Selama menjalani pengobatan, PAS Band tetap melanjutkan jadwal pertunjukan dengan menggunakan bassist pengganti. Keputusan itu diambil agar Trisno dapat fokus menjalani perawatan dan pemulihan.
Trisno merupakan salah satu personel penting dalam perjalanan panjang PAS Band di industri musik Indonesia. Permainan bassnya menjadi bagian karakter musik rock alternatif yang dibangun grup asal Bandung tersebut. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, dan penggemar PAS Band. Trisno meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit.