Cheese Platter Viral Belum Tentu Halal, Ini Bagian yang Wajib Dicek

0 0
Read Time:1 Minute, 2 Second

Cheese platter belakangan menjadi sajian populer karena tampilannya menarik dan mudah ditemukan dalam berbagai konten kuliner. Namun, konsumen Muslim perlu memperhatikan kehalalan setiap bahan yang digunakan.

Keju menjadi salah satu titik kritis karena proses pembuatannya dapat menggunakan enzim rennet. Menurut MUI, rennet bisa berasal dari proses mikrobial atau lambung anak sapi. Jika berasal dari hewan, kehalalannya bergantung pada sumber dan proses penyembelihannya. Rennet mikrobial juga perlu diperiksa media pertumbuhan mikroorganismenya.

Selain keju, bahan pendamping dalam cheese platter juga perlu diperiksa. Daging olahan, saus, crackers, selai, cokelat, dan produk fermentasi dapat memiliki titik kritis kehalalan masing-masing. BPJPH menyarankan konsumen memperhatikan komposisi serta istilah seperti porcine, lard, ethanol, gelatin, dan enzim. Bahan turunan hewan perlu diketahui asal-usulnya sebelum dikonsumsi.

Hal lain yang penting diperhatikan adalah proses penyajian. Produk yang bahannya halal tetap perlu dijaga dari kontaminasi bahan tidak halal selama pengolahan dan penyajian. Karena itu, cheese platter dari restoran atau toko sebaiknya dipilih berdasarkan informasi kehalalan yang jelas. BPJPH menegaskan sertifikat halal menjadi bukti resmi status halal suatu produk.

Konsumen dapat memeriksa status sertifikasi melalui fitur Cek Produk Halal milik BPJPH. Informasi tersebut dapat dicari berdasarkan nama produk, pelaku usaha, atau nomor sertifikat. Dengan begitu, tren cheese platter tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan ketentuan halal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %