Tren bento cake unik kembali mencuri perhatian pecinta kuliner di media sosial. Kali ini, tampilannya memancing perdebatan karena menyerupai rambut kemaluan. Kreasi tersebut viral setelah diulas sejumlah kreator konten kuliner. Banyak warganet penasaran dengan bahan dan cita rasanya. Kue itu dijual oleh Martinee Cakery yang memiliki gerai di Jakarta dan Tangerang.
Tampilan kontroversial berasal dari topping berwarna hitam berbentuk serat halus. Bahan tersebut bukan rambut sungguhan seperti dugaan sebagian warganet. Martinee Cakery menggunakan fat choy sebagai dekorasi utama pada bento cake. Fat choy merupakan bahan pangan khas Tionghoa berbentuk serat tipis berwarna hitam. Bentuknya memang sekilas menyerupai helaian rambut sehingga menciptakan efek visual mengejutkan.
Konten kreator kuliner Fachrul Hadid, atau Ayung, turut mencicipi bento cake tersebut. Menurutnya, tekstur fat choy terasa cukup unik ketika dikunyah. Ia bahkan menyebut sensasinya menyerupai rambut asli di dalam mulut. Ayung juga menilai rasa topping menjadi sedikit pahit jika dimakan berlebihan. Meski begitu, bagian kuenya tetap memiliki rasa manis layaknya cake pada umumnya.
Popularitas bento cake tersebut mengikuti tren Croissant Pattaya yang lebih dahulu viral di Thailand. Croissant itu memakai helaian gula tipis sebagai dekorasi menyerupai rambut. Berbeda dengan versi Thailand, bento cake di Indonesia memanfaatkan fat choy sebagai topping. Perbedaan bahan menghasilkan pengalaman tekstur yang tidak sama. Meski menuai pro dan kontra, kreasi tersebut berhasil menarik perhatian pencinta kuliner dan pengguna media sosial.