Tren pernikahan di Indonesia kembali menghadirkan kreasi unik dalam seremoni kue pengantin. Kini, sejumlah pasangan memilih dimsum mentai sebagai pengganti millefoglie. Hidangan gurih tersebut disusun dalam jumlah banyak hingga menyerupai kue pengantin. Konsep ini tetap mempertahankan unsur seremoni, tetapi menggunakan makanan yang lebih familiar bagi masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, millefoglie cukup populer dalam tradisi pernikahan kekinian. Kue khas Italia tersebut terdiri dari lapisan puff pastry dan krim. Bagian atasnya biasanya dihiasi buah seperti stroberi, ceri, atau bluberi. Dalam seremoni pernikahan, kedua mempelai menaburkan gula halus menggunakan saringan sebelum menikmati kue bersama.
Pada konsep dimsum mentai, tradisi tersebut mendapatkan sentuhan berbeda. Dimsum disusun dalam jumlah banyak di atas meja agar tampil seperti kue. Kedua mempelai kemudian melakukan torch langsung pada saus mentai. Api dari torch membuat permukaan saus sedikit terbakar dan menghasilkan aroma smokey.
Ada pula pasangan yang menggunakan cara berbeda dalam menjalankan seremoni tersebut. Saus mentai dituangkan memakai saringan dengan gerakan menyerupai penaburan gula halus. Beberapa dimsum bahkan dihiasi lilin seperti kue ulang tahun. Kedua mempelai kemudian meniup lilin bersama sebelum menyantap hidangan.
Popularitas dimsum mentai ikut mendorong kemunculan tren tersebut. Hidangan ini dikenal luas di Indonesia karena perpaduan dimsum gurih dan saus mentai creamy. Dimsum mentai juga banyak ditemukan dalam layanan katering pernikahan kekinian. Ukurannya yang praktis membuat hidangan tersebut mudah dibagikan kepada para tamu.
Tren ini menunjukkan bagaimana pasangan Indonesia semakin bebas memodifikasi tradisi pernikahan. Seremoni kue tidak lagi harus menggunakan makanan manis. Dimsum mentai menawarkan pilihan gurih sekaligus visual yang menarik untuk momen pernikahan. Kreativitas tersebut membuat tradisi lama tetap bisa hadir dengan sentuhan yang lebih personal.