Duh, Biaya Perawatan Gigi Indonesia Termahal Kedua di ASEAN

0 0
Read Time:1 Minute, 11 Second

Biaya perawatan gigi di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Data tersebut mengacu pada WHO’s Oral Health Country Profile 2022 yang dikutip Badan Kebijakan Kementerian Kesehatan. Rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia mencapai 1.160 dolar AS atau sekitar Rp21 juta. Angka itu menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Singapura. Tingginya biaya menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini.

Banyak kasus kerusakan gigi sebenarnya dapat dicegah melalui perawatan harian yang konsisten. Dokter gigi drg. Zahrah Almira Cita Utami menilai edukasi mengenai pencegahan masih sangat diperlukan. Menurutnya, banyak pasien berharap hasil instan tanpa mengubah kebiasaan sehari-hari. Merokok, minum kopi, dan mengonsumsi makanan berwarna pekat dapat memicu noda pada gigi. Kebiasaan tersebut membuat biaya perawatan berpotensi semakin besar.

Dokter Zahrah menyarankan masyarakat segera berkumur setelah mengonsumsi minuman atau makanan berwarna. Penggunaan sedotan juga dapat mengurangi kontak langsung minuman dengan permukaan gigi. Ia mengingatkan masyarakat tidak mudah tergiur klaim produk pemutih instan. Konsumen sebaiknya memperhatikan kandungan aktif yang terbukti aman dan efektif. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga membantu mendeteksi masalah sejak tahap awal.

Kesadaran terhadap perawatan preventif kini mulai meningkat di berbagai kalangan masyarakat. Tren skinification bahkan mulai diterapkan dalam produk perawatan gigi modern. Konsep tersebut menekankan penggunaan bahan aktif untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Langkah pencegahan dinilai lebih hemat dibandingkan menjalani tindakan medis yang kompleks. Kebiasaan sederhana setiap hari dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi sekaligus menekan biaya perawatan di masa depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %