Fenomena gunung tanpa pepohonan atau “gunung gundul” tengah menjadi daya tarik wisata baru di Korea Selatan. Pemandangan unik tersebut ramai dibagikan wisatawan melalui TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya. Banyak wisatawan, terutama Gen Z, datang untuk menikmati lanskap yang berbeda dari pegunungan berhutan. Hamparan bukit berwarna hijau atau kecokelatan menciptakan latar foto yang menarik sepanjang tahun. Popularitasnya terus meningkat berkat unggahan para kreator konten perjalanan.
Salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi adalah kawasan perbukitan yang didominasi padang rumput alami. Minimnya pepohonan membuat bentuk kontur gunung terlihat lebih jelas dari kejauhan. Wisatawan memanfaatkan jalur trekking untuk menikmati panorama dari berbagai sudut. Saat musim gugur, warna rerumputan berubah menjadi keemasan sehingga semakin memikat pengunjung. Sementara pada musim semi, kawasan tersebut dipenuhi rumput hijau yang menyegarkan mata.
Fenomena ini semakin populer karena sesuai dengan tren wisata alam yang digemari generasi muda. Banyak wisatawan mencari destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda dan mudah diabadikan dalam foto. Akses transportasi yang baik juga membuat kawasan tersebut mudah dijangkau dari kota-kota besar. Pemerintah daerah turut mengembangkan fasilitas pendukung tanpa mengurangi keasrian alamnya. Langkah tersebut membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisata setiap tahunnya.
Meski tampak sederhana, gunung gundul menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari pegunungan pada umumnya. Pengunjung tetap diimbau menjaga kebersihan dan mengikuti aturan selama berada di kawasan wisata. Jalur pendakian sebaiknya digunakan sesuai petunjuk demi menjaga keselamatan bersama. Wisata yang bertanggung jawab juga membantu melestarikan keindahan alam untuk generasi berikutnya. Keunikan lanskap inilah yang membuat gunung gundul semakin dikenal wisatawan dari berbagai negara.