Harga tiket pesawat ke Jepang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Tarif pulang pergi yang sebelumnya sekitar Rp6 jutaan kini mencapai Rp12 jutaan. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Dua maskapai besar Jepang, Japan Airlines dan All Nippon Airways, mulai memberlakukan tarif baru sejak Juni 2026. Kondisi ini membuat biaya perjalanan ke Negeri Sakura semakin tinggi bagi wisatawan Indonesia.
Kenaikan fuel surcharge terjadi karena harga bahan bakar aviasi masih tinggi. Nilai tukar yen dan biaya operasional penerbangan juga ikut memengaruhi tarif tiket. Selain itu, permintaan perjalanan internasional menuju Jepang terus meningkat. Musim liburan dan tingginya minat wisata turut membuat harga tiket bertahan di level tinggi. Beberapa calon wisatawan mengaku harus menambah anggaran agar rencana liburan tetap berjalan.
Tidak hanya tiket pesawat, biaya perjalanan ke Jepang juga bertambah akibat kebijakan baru pemerintah setempat. Mulai 1 Juli 2026, biaya visa Jepang mengalami kenaikan. Pemerintah Jepang juga berencana menaikkan departure tax yang sudah termasuk dalam harga tiket pesawat. Sejumlah kota wisata bahkan mulai menerapkan kenaikan pajak hotel sebagai respons terhadap lonjakan wisatawan.
Meski begitu, wisatawan masih dapat menemukan tiket dengan harga lebih rendah jika memesan jauh hari. Memilih jadwal di luar musim liburan juga membantu menekan biaya perjalanan. Membandingkan harga dari berbagai maskapai menjadi langkah yang disarankan sebelum membeli tiket. Dengan perencanaan yang matang, liburan ke Jepang tetap bisa dinikmati meski biaya perjalanan mengalami kenaikan.