Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan wisata Gunung Bromo resmi dibuka untuk wisatawan menjelang musim libur sekolah. Destinasi baru ini diharapkan menjadi daya tarik tambahan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 130 meter dan membentang di atas jurang dengan ketinggian sekitar 83 meter. Dari atas lantai kaca transparan, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, serta hamparan lautan pasir.
Sebelum dibuka untuk umum, jembatan telah menjalani serangkaian pengujian teknis. Hasil pemeriksaan menunjukkan struktur jembatan mampu menahan beban hingga 6 ton dan dirancang memiliki usia layanan sekitar 50 tahun dengan perawatan berkala.
Pembukaan jembatan dilakukan setelah penandatanganan kerja sama pengelolaan antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan CV Sinergi Permata Semesta. Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan layanan wisata tanpa mengabaikan aspek konservasi kawasan.
Pengelola mengimbau wisatawan mematuhi seluruh aturan keselamatan selama berada di atas jembatan. Jumlah pengunjung juga akan diatur agar pengalaman wisata tetap aman dan nyaman bagi semua orang.
Kehadiran Jembatan Kaca Seruni Point diharapkan mampu memperkuat posisi Bromo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Selain menikmati keindahan matahari terbit, wisatawan kini memiliki pilihan atraksi baru yang menawarkan pengalaman berbeda dari ketinggian.