Pemerintah Prefektur Kagawa, Jepang, membangun toilet mewah senilai hampir 100 juta yen. Nilainya sekitar Rp11 miliar berdasarkan pemberitaan terbaru. Toilet tersebut berada di depan Stasiun JR Kinashi, Kota Takamatsu.
Fasilitas itu tidak sekadar menjadi toilet umum bagi pengguna stasiun. Bangunannya juga dirancang sebagai instalasi seni dan daya tarik wisata. Pada malam hari, dinding kaca toilet menampilkan pertunjukan cahaya dengan iringan musik piano. Pertunjukan tersebut digelar dua kali setiap malam.
Pertunjukan pertama berlangsung pukul 19.15 hingga 20.00 waktu setempat. Pertunjukan kedua digelar pukul 20.20 hingga 21.00. Proyeksi tersebut menampilkan sepasang sayap bercahaya yang berubah warna selama pertunjukan.
Toilet baru itu menggantikan fasilitas lama yang kondisinya sudah buruk. Toilet sebelumnya bersifat uniseks dan menggunakan jamban jongkok dengan sistem pembuangan lama. Pemerintah Kagawa kemudian membangun fasilitas baru untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Keputusan tersebut juga berkaitan dengan potensi pariwisata kawasan Kinashi. Daerah itu dikenal sebagai salah satu sentra bonsai pinus yang menarik wisatawan asing. Stasiun Kinashi juga menjadi akses bagi siswa sekolah menengah setempat. Data 2024 mencatat rata-rata 594 penumpang naik setiap hari di stasiun tersebut.
Pemerintah berharap toilet tersebut menjadi landmark baru sekaligus membantu menghidupkan pariwisata setempat. Namun, penggunaan anggaran besar itu mulai memunculkan perdebatan di kalangan warga. Dampak terhadap jumlah wisatawan kini menjadi perhatian setelah fasilitas tersebut selesai dibangun.