Kesehatan pekerja Indonesia menjadi sorotan setelah berbagai gangguan kesehatan ditemukan pada usia produktif. Selain infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, gangguan otot dan tulang juga banyak dialami pekerja. Keluhan tersebut paling sering muncul pada karyawan berusia sekitar 30 tahun. Kondisi itu dipengaruhi pola kerja, kebiasaan duduk terlalu lama, hingga paparan lingkungan kerja. Pakar kesehatan kerja mengingatkan pentingnya pencegahan sejak usia produktif.
Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dr. Muchammad Arief Gunawan, Sp.OK, menjelaskan banyak pekerja merasa dirinya tetap sehat. Padahal, sejumlah gangguan kesehatan berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Selain hipertensi dan diabetes, pekerja juga sering mengalami gangguan muskuloskeletal. Keluhan tersebut meliputi nyeri leher, bahu, punggung, pinggang, hingga pergelangan tangan. ISPA juga menjadi penyakit yang kerap menyerang pekerja dengan mobilitas tinggi atau paparan polusi udara.
Menurut Arief, kebiasaan duduk dalam waktu lama meningkatkan risiko gangguan otot dan sendi. Posisi kerja yang kurang ergonomis turut memperburuk kondisi tersebut. Kurang bergerak, stres, serta waktu tidur yang tidak mencukupi memperbesar risiko penyakit. Pekerja di lingkungan berdebu atau memiliki kualitas udara buruk juga lebih rentan mengalami ISPA. Penggunaan alat pelindung diri sesuai kebutuhan dinilai membantu menurunkan risiko gangguan pernapasan.
Para ahli menyarankan pekerja melakukan peregangan setiap satu hingga dua jam selama bekerja. Aktivitas fisik rutin juga penting untuk menjaga kekuatan otot dan kesehatan jantung. Pola makan bergizi seimbang serta tidur cukup membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Pemeriksaan kesehatan berkala sebaiknya dilakukan meski belum muncul keluhan. Langkah tersebut membantu mendeteksi penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.