Lonjakan tarif hotel masih menjadi perhatian menjelang MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengakui mahalnya biaya akomodasi kerap dikeluhkan wisatawan domestik. Selain harga hotel, tiket pesawat menuju Lombok juga dinilai masih menjadi tantangan bagi calon penonton. Persoalan tersebut akan menjadi fokus dalam rapat koordinasi persiapan MotoGP Mandalika yang digelar lebih awal tahun ini.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah ingin memastikan harga akomodasi tetap terkendali selama penyelenggaraan ajang balap dunia tersebut. Menurutnya, kondisi Mandalika saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Kawasan tersebut kini rutin menggelar berbagai kegiatan sehingga tingkat okupansi hotel lebih stabil sepanjang tahun. Karena itu, pengelola hotel diharapkan tidak menaikkan tarif secara berlebihan hanya karena tingginya permintaan saat MotoGP. Kenaikan harga dinilai sebaiknya mengikuti mekanisme pasar secara wajar.
Iqbal mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau pelaku usaha tidak menaikkan tarif hotel secara berlebihan. Namun, kebijakan tersebut belum mampu menekan lonjakan harga secara maksimal. Pemprov NTB kini memilih memulai koordinasi jauh sebelum pelaksanaan MotoGP agar solusi dapat disiapkan lebih efektif. Selain sektor perhotelan, pemerintah juga akan berkomunikasi dengan maskapai mengenai penambahan penerbangan menuju Lombok. Langkah itu diharapkan membantu wisatawan merencanakan perjalanan lebih awal.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Ananda Mikola, sebelumnya juga menilai harga hotel dan transportasi menjadi tantangan untuk mencapai target sekitar 200 ribu penonton MotoGP Mandalika 2026. Ia berharap seluruh pelaku industri pariwisata mendukung keberlanjutan ajang tersebut melalui penetapan harga yang lebih rasional. Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, Mandalika diharapkan semakin kompetitif sebagai tuan rumah balapan MotoGP sekaligus destinasi wisata internasional.