Aktor Jepang Nijiro Murakami dilaporkan telah diserahkan ke jaksa oleh Kepolisian Metropolitan Tokyo atas dugaan penganiayaan terhadap mantan kekasihnya. Proses tersebut dilakukan setelah penyidik menyelesaikan penyelidikan dan menyerahkan berkas perkara kepada pihak kejaksaan.
Menurut laporan media Jepang, dugaan penganiayaan terjadi di kediaman Murakami di kawasan Shibuya, Tokyo, pada 2024. Korban disebut mengalami luka serius yang membutuhkan waktu pemulihan lebih dari satu bulan.
Penyidik menduga Murakami beberapa kali memukul wajah korban. Ia juga diduga menarik rambut korban dan membenturkan kepalanya ke jendela saat insiden tersebut terjadi.
Kasus ini mulai terungkap setelah korban melaporkannya kepada Kepolisian Metropolitan Tokyo pada awal 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan sebelum memutuskan melimpahkan perkara tersebut ke kejaksaan.
Dalam pemeriksaan sukarela, Murakami dikabarkan mengakui telah menyebabkan korban mengalami luka. Pernyataan tersebut menjadi salah satu materi yang disertakan dalam proses pelimpahan berkas kepada jaksa.
Nijiro Murakami merupakan salah satu aktor muda Jepang yang dikenal lewat berbagai film dan serial. Namanya semakin dikenal secara internasional setelah membintangi serial Netflix Alice in Borderland.
Kasus hukum ini muncul menjelang penayangan drama terbaru yang dibintangi Murakami di Jepang. Sejumlah media lokal menilai kabar tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas dan citra sang aktor di industri hiburan.
Hingga kini, pihak kejaksaan masih mempelajari berkas perkara yang diserahkan penyidik sebelum memutuskan langkah hukum berikutnya. Belum ada keputusan mengenai apakah kasus tersebut akan dilanjutkan ke proses penuntutan di pengadilan.