Nyeri Rahang Bisa Jadi Pertanda Awal Masalah Jantung, Ini Alasannya

0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

Nyeri rahang sering dikaitkan dengan gangguan gigi, gusi, atau sendi rahang. Namun, keluhan tersebut juga dapat menjadi salah satu tanda awal masalah jantung pada sebagian orang. Kondisi ini terjadi ketika nyeri dari jantung menjalar ke bagian tubuh lain melalui jalur saraf. Fenomena tersebut dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih. Meski tidak selalu terjadi, gejala ini perlu diwaspadai, terutama jika muncul bersamaan dengan keluhan lain.

Saat aliran darah menuju otot jantung berkurang, tubuh dapat mengirimkan sinyal nyeri ke dada, leher, bahu, lengan, hingga rahang. Pada beberapa kasus, nyeri rahang bahkan muncul tanpa disertai nyeri dada yang khas. Kondisi tersebut lebih sering dilaporkan pada perempuan, lansia, dan penderita diabetes. Nyeri biasanya terasa seperti ditekan, berat, atau menjalar ke sisi kiri rahang. Gejala dapat muncul ketika beraktivitas dan mereda saat beristirahat.

Selain nyeri rahang, serangan jantung dapat disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan rasa tidak nyaman di dada. Gejala tersebut tidak boleh diabaikan karena penanganan dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang mencegah kerusakan otot jantung yang lebih luas. Karena itu, pemeriksaan segera sangat dianjurkan apabila keluhan muncul secara tiba-tiba atau semakin berat.

Meski demikian, tidak semua nyeri rahang menandakan penyakit jantung. Keluhan tersebut juga dapat disebabkan gangguan gigi, infeksi, cedera, atau masalah pada sendi rahang. Dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan riwayat kesehatan, gejala, dan hasil penunjang seperti elektrokardiogram atau tes darah bila diperlukan. Mengenali tanda peringatan sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan meningkatkan peluang pemulihan pasien.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %