Pemerintah kota (Pemkot) mengajak masyarakat mengubah pola pikir dengan lebih mengutamakan Produk Dalam Negeri dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut pemerintah, meningkatnya penggunaan produk buatan Indonesia akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri nasional. Selain membuka lapangan kerja, tingginya permintaan terhadap produk lokal juga dapat mendorong peningkatan investasi dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Pemkot menilai masyarakat perlu mengubah anggapan bahwa produk impor selalu lebih unggul. Saat ini, banyak produk lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Berbagai sektor, mulai dari fesyen, makanan, furnitur, hingga produk kreatif, telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah juga terus mendorong Gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui berbagai program promosi, pameran, dan digitalisasi UMKM. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membeli hasil karya anak bangsa.
Pemkot berharap perubahan pola pikir masyarakat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilih produk lokal ketika berbelanja. Dengan meningkatnya penggunaan produk dalam negeri, ekonomi daerah dan nasional diharapkan semakin kuat serta mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.