Pendidikan Karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di dalam kelas. Para pakar pendidikan menegaskan bahwa pembentukan karakter yang kuat harus dibangun melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari serta keteladanan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.
Menurut para ahli, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian akan lebih mudah dipahami anak ketika diterapkan secara nyata. Anak cenderung belajar dari apa yang mereka lihat dan alami setiap hari, bukan hanya dari materi yang disampaikan di ruang kelas.
Pembiasaan menjadi salah satu cara efektif dalam menanamkan karakter positif. Kegiatan sederhana seperti datang tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, serta menghormati orang lain dapat membentuk kebiasaan baik jika dilakukan secara konsisten.
Selain pembiasaan, keteladanan juga memiliki peran yang sangat penting. Guru dan orang tua yang menunjukkan sikap jujur, disiplin, serta bertanggung jawab akan menjadi contoh nyata bagi anak. Sebaliknya, pesan moral akan sulit diterima apabila perilaku orang dewasa tidak sesuai dengan apa yang diajarkan.
Para pemerhati pendidikan menilai tantangan saat ini bukan terletak pada kurangnya materi pendidikan karakter, melainkan belum optimalnya penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak