Ratusan penumpang Emirates mengalami pengalaman mencekam setelah terjebak selama sekitar 10 jam di dalam pesawat. Insiden terjadi pada penerbangan EK302 rute Dubai menuju Shanghai yang dialihkan ke Bandara Hangzhou, China, akibat cuaca buruk. Pesawat kemudian tertahan di landasan dalam waktu lama. Situasi semakin sulit ketika sistem pendingin udara berhenti berfungsi. Seorang penumpang dilaporkan pingsan akibat kondisi di dalam kabin yang semakin panas.
Pesawat Airbus A380 tersebut mendarat di Hangzhou sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Awak kabin awalnya memperkirakan pesawat dapat segera kembali terbang sehingga penumpang diminta tetap berada di dalam kabin. Namun, badai yang belum mereda menyebabkan pergantian kru penerbangan tertunda. Setelah beberapa jam, pendingin udara mati sehingga suhu kabin meningkat drastis. Sejumlah penumpang meminta air minum dan bantuan medis. Polisi serta ambulans akhirnya didatangkan ke lokasi.
Ketika kru pengganti tiba, harapan penumpang sempat muncul. Namun, pemeriksaan berikutnya menemukan gangguan teknis pada pesawat sehingga penerbangan dibatalkan. Seluruh penumpang akhirnya diizinkan turun setelah menunggu hampir 10 jam di landasan. Emirates kemudian menyediakan akomodasi hotel, transportasi menuju Shanghai, serta bantuan bagi seluruh penumpang terdampak. Maskapai juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Emirates menjelaskan insiden dipicu kombinasi cuaca ekstrem, keterlambatan kru pengganti, dan masalah teknis pada pesawat. Maskapai menegaskan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Peristiwa ini menjadi perhatian luas setelah sejumlah video dan kesaksian penumpang beredar di media sosial. Banyak penumpang berharap maskapai meningkatkan penanganan keadaan darurat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.Informasi tambahan capek rungkad terus solusi nya situs AYAMTOTO